Cara Menghitung dan Sifat-sifat Integral Tertentu

Selamat Datang kembali di blog freemathlearn. Blog yang membahas seputar matematika dan ilmu sains lainnya. Baiklah untuk kali ini akan kita bahas mengenai Cara Menghitung dan Sifat-sifat Integral Tertentu. Silakan disimak ya guys!
>
        etelah mempelajari jumlah Riemann dan teorema fundamental kalkulus, pada artikel ini kita akan khusus membahas materi Penghitungan dan Sifat-sifat Integral Tertentu. Sebenarnya untuk cara penghitungan integral tertentu menggunakan teorema fundamental kalkulus II (TFK II) yang berlaku secara umum untuk semua jenis fungsi f(x).

         Dalam melakukan penghitungan integral tertentu sebenarnya mudah karena cukup memasukkan batas atas dan batas bawahnya ke fungsi hasil integralnya. Jadi, tetap penekanannya pada integral Tak tentu. Maka dari itu, ada baiknya kita mempelajari dan menguasai cara mengintegralkan seperti integral fungsi aljabar, integral fungsi trigonometri, serta beberapa teknik integral yaitu substitusi aljabar, parsial, substitusi trigonometri, dan membagi pecahan yang bisa dibaca pada artikel terkait bagian akhir artikel ini. Setelah bisa menghitung hasil bentuk tak tentu, baru kita masukkan batas-batasnya. Silahkan juga baca materi "Apa Bedanya Integral Tertentu dan Tak Tentu".

         Selain cara penghitungan integral tertentu, pada artikel ini kita akan bahas sifat-sifat integral tertentu yang sangat penting untuk kita ketahui dalam mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan integral tertentu. Terkadang ada soal-soal yang memang mengharuskan kita menggunakan sifat-sifat integral tertentu untuk mengerjakannya, sehingga harus kita kuasai dengan baik.

Penghitungan Integral Tertentu
       Untuk menghitung bentuk integral tertentu kita menggunakan teorema fundamental kalkulus II (TFK II),
Jika f kontinu pada [a,b] dan F antiturunan f pada [a,b],
maka berlaku :       baf(x)dx=[F(x)]ba=F(b)F(a)
Contoh soal penghitungan integral tertentu :
1). Hitunglah hasil integral berikut ini :
a). 3x24x+1dx
b). 203x24x+1dx

Penyelesaian :
a). Bentuk 3x24x+1dx disebut integral tak tentu karena tidak ada batasnya.
Hasilnya : 3x24x+1dx=32+1x2+141+1x1+1+x+c=x32x2+x+c.

b). Bentuk 203x24x+1dx disebut integral tertentu dengan batas bawah 0 dan batas atas 2.

*). Menghitung hasilnya :
203x24x+1dx=[x32x2+x]20=F(2)F(0)=[232.22+2][032.02+0]=[88+2][00+0]=[2][0]=2
Jadi, hasil dari 203x24x+1dx=2 .

2). Tentukan hasil integral dari
a). 300(sinx+cos2x)dx
b). 102xx2+1dx

Penyelesaian :
a). 300(sinx+cos2x)dx
Integral fungsi trigonometri :
sinx=cosx+c dan cos2x=12sin2x.
*). Menentukan hasilnya :
300(sinx+cos2x)dx=[cosx+12sin2x]300=[cos30+12sin2.30][cos0+12sin2.0]=[cos30+12sin60][cos0+12sin0]=[123+12.123][1+0]=[123+143]+1=[243+143]+1=[143]+1=1143
Jadi, hasil dari 300(sinx+cos2x)dx=1143 .

b). 102xx2+1dx

*). Integral substitusi aljabar, misalkan u=x2+1u=2x
102xx2+1dx=102xuduu=2xuduu=2xudu2x=udu=u12du=23u32=[23(x2+1)32]10=[23(12+1)32][23(02+1)32]=[23(2)32][23(1)32]=[2321.(2)12][23]=[232.2][23]=23(221)
Jadi, hasil dari 102xx2+1dx=23(221) .

3). Jika diketahui df(x)dx=g(x) kontinu pada interval pxq , maka hasil dari qpf(x)g(x)dx

Penyelesaian :
*). Bentuk df(x)dx=g(x) artinya f(x)=g(x).
Misalkan u=f(x)u=f(x)=g(x)
*). Menyelesaikan soalnya dengan substitusi aljabar :
qpf(x)g(x)dx=qpu.g(x)duu=u.g(x)dug(x)=udu=12u2+c=[12[f(x)]2]qp=[12[f(q)]2][12[f(p)]2]=[f(q)]2[f(p)]22
Jadi, hasil dari qpf(x)g(x)dx=[f(q)]2[f(p)]22 .

Sifat-sifat Integral Tertentu
       Adapun sifat-sifat integral tertentu yaitu :
1). bakf(x)dx=kbaf(x)dx
Loading...
2). ba[f(x)+g(x)]dx=baf(x)dx+bag(x)dx
3). ba[f(x)g(x)]dx=baf(x)dxbag(x)dx
4). baf(x)dx=abf(x)dx
5). aaf(x)dx=0
6). baf(x)dx=caf(x)dx+bcf(x)dx, dengan a<c<b
7). baf(x)dx=b+ca+cf(xc)dx
8). baf(x)dx=bcacf(x+c)dx Contoh soal sifat-sifat integral tertentu :
4). Tentuk bentuk integral berikut berdasarkan sifat-sifat integral tertentu :
a). 513(x21)dx
b). 51x3+2xdx
c). 51x32xdx
d). 51x5+2x1dx
e). 11x5+2x1dx
f). 91(x3+3x)dx
g). 71(x3+3x)dx
h). 10071000(x3+3x)dx

Penyelesaian :
a). Sifat (1) : 513(x21)dx=351(x21)dx
b). Sifat (2) : 51x3+2xdx=51x3dx+512xdx
c). Sifat (3) : 51x32xdx=51x3dx512xdx
d). Sifat (4) : 51x5+2x1dx=15x5+2x1dx
e). Sifat (5) : 11x5+2x1dx=0
f). Sifat (6) : 91(x3+3x)dx=51(x3+3x)dx+95(x3+3x)dx
g). Sifat (7) : 71(x3+3x)dx=7+51+5((x5)3+3(x5))dx=126((x5)3+3(x5))dx
h). Sifat (8) :
10071000(x3+3x)dx=1007100010001000((x+1000)3+3(x+1000))dx=70((x+1000)3+3(x+1000))dx

5). Jika b1(2x3)dx=12 dengan b>0 , maka nilai b=....

Penyelesaian :
b1(2x3)dx=12[x23x]b1=12[b23b][123.1]=12[b23b][13]=12b23b10=0(b+2)(b5)=0b=2b=5
Karena yang diminta adalah b>0 maka yang memenuhi adalah b=5.
Jadi, nilai b=5.

6). Diketahui 30f(x)dx=4 dan 90f(x)dx=16 , tentukan nilai 93f(x)dx

Penyelesaian :
*). Kita gunakan sifat (6) : baf(x)dx=caf(x)dx+bcf(x)dx
Kita pecah batas dari 0 sampai 9 menjadi dua bagian yaitu 0 sampai 3 dan 3 samapi 9.
90f(x)dx=30f(x)dx+93f(x)dx16=4+93f(x)dx93f(x)dx=16+493f(x)dx=20
Jadi, nilai 93f(x)dx=20

7). Diketahui 203f(x)dx=6 dan 244f(x)dx=20 , tentukan nilai 540f(x)dx

Penyelesaian :
*). Menyederhanakan yang diketahui dengan sifat (1) :
203f(x)dx=6320f(x)dx=620f(x)dx=63=2
244f(x)dx=20424f(x)dx=2024f(x)dx=204=5
Sifat (4) : 42f(x)dx=24f(x)dx=5
*). Kita gunakan sifat (6) : baf(x)dx=caf(x)dx+bcf(x)dx
Kita pecah batas dari 0 sampai 4 menjadi dua bagian yaitu 0 sampai 2 dan 2 samapi 4.
540f(x)dx=5[20f(x)dx+42f(x)dx]=5[2+(5)]=5[3]=15
Jadi, nilai 540f(x)dx=15

8). Jika diketahui 70(x+5)dx=a, maka nyatakan bentuk 10071000(2x2005)dx dalam a .

Penyelesaian :
*). Kita akan mengarahkan pertanyaan yang diketahui dengan sifat (8)
baf(x)dx=bcacf(x+c)dx
*). Memodifikasi soalnya dengan kurangkan 1000 ada batasnya
10071000(2x2005)dx=1007100010001000(2(x+1000)2005)dx=70(2x+20002005)dx=70(2x5)dx=702x+(1010)5dx=70(2x+10)105dx=702(x+5)15dx=702(x+5)dx7015dx=270(x+5)dx[15x]70=2a([15.7][15.0])=2a(1050)=2a105
Jadi, kita peroleh 10071000(2x2005)dx=2a105 .

9). Fungsi kecepatan dari suatu objek adalah V(t)={3t jika 0t13 jika 1t6
Anggap objek berada pada titik (0,0) pada saat t=0 , carilah posisi objek pada saat t=5 ?

Penyelesaian :
*). Kita tahu bahwa V(t)=dsdt , sehingga s(t)=V(t)dt.
*). Menentukan posisi benda pada saat t=5
s=50V(t)dt=103tdt+513dt=[32t2]10+[3t]51=([32.12][32.02])+([3.5][3.1])=([32][0])+([15][3])=(32)+(12)=1312
Jadi, posisi objek pada saat t=5 adalah 1312 satuan.

       Khusus untuk soal nomor 6, nomor 7 dan nomor 8 di atas wajib menggunakan sifat-sifat integral tertentu. Soal-soal yang melibatkan sifat-sifat integral tertentu memang terlihat lebih menantang terutama bentuk-bentuk seperti contoh di atas. Dengan sering berlatih dan teliti, kami yakin teman-teman bisa menguasai materi ini dengan baik dan benar. .


Nah itulah tadi telah diuraikan mengenai Cara Menghitung dan Sifat-sifat Integral Tertentu. Bagaimana, silakan berkomentar atau kritik, saran ataupun tambahan dari kamu. Kita tahu kita bukan yang sempurna, siapa tahu kamu lebih dan bisa berbagi. Ditunggu komentarnya guys.
Loading...

   

Related Posts