Kumpulan Soal UNBK Kimia Unsur

Berikut disajikan soal-soal UN Kimia SKL Kimia Unsur terlengkap mulai dari tahun 2010-2016. Soal ini sangat cocok dijadikan media latihan untuk persiapan menghadapi UN yang akan datang. Kunci jawabannya bisa kalian cari di google.
UN Kimia 2015 Soal 38
Beberapa sifat unsur :
(1). Dapat membentuk in positif satu (+1)
(2). Logamnya sangat reaktif
(3). Bereaksi dengan air menghasilkan gas H2
(4). Tidak terdapat dalamkeadan bebas

Sifat-sifat tersebut dimiliki oleh unsur golongan . . . .
A. Logam alkali
B. Logam alkali tanah
C. Halogen
D. Gas mulia
E. Logam transisi

UN Kimia 2015 Soal 39
Perhatikan tabel berikut :
No Unsur Mineral
1. Zn Siderat
2. Mn Pirolusit
3. Ca Gips
4. Al Rutile

Pasangan data yang kedunya berhubungan dengan tepat adalah  . . . .
A. 1 dan 2
B. 2 dan 4
C. 2 dan 3
D. 2 dan 4
E. 3 dan 4

UN Kimia 2014 Soal no 37
Sifat – sifat suatu senyawa sebagai berikut :
No Sifat Senyawa
1 Senyawanya berwarna
2 Paramagnetic
3 Membentuk ion kompleks
4 Unsur penyusunnya memiliki tingkat oksidasi lebih dari satu
Contoh senyawa yang memiliki sifat tersebut adalah  . . . .
A. CrSO4
B. BaSO4
C. MgSO4
D. K2CO3
E. NaCl

UN Kimia 2014 Soal 39
Suatu logam dapat diperoleh dengan memurnikan mineralkan dan elektrolisis dengan persamaan reaksi :
2 Al2O3(g) ==> 4Al(s) + 3 O2(g)
Proses pembuatan unsur tersebut dikenal dengan :
A. Wohler
B. Kontak
C. Frasch
D. Tanur tiup
E. Hall-Heroult

UN Kimia 2014 Soal no 40
Berikut adalah senyawa yang mengandung unsur golongan IA dan IIA :
(1). KNO3
(2). NaIO3
(3). CaC2
(4). SrSO4
(5). Na2SO4
(6). K2SO4
Senyawa yang digunaan untuk membuat campuran garam dapur dan mematangkan buah adalah  . . . .
A. 1 dan 2
B. 2 dan 3
C. 3 dan 4
D. 4 dan 5
E. 5 dan 6

UN Kimia 2013 Soal no 37
Berikut ini beberapa nama pengolahan unsur :
(1). Wohler
(2). Deacon
(3). Frasch
(4). Hall-Heroult
(5). Down
Nama proses pengolahan urea adalah  . . . .
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5

UN Kimia 2013 Soal 38
Berikut ini beberapa senyawa golongan alkali tanah :
(1). BaSO4
(2). Ca3(PO4)2
(3). Sr(NO3)2
(4). CaO
(5). Mg(OH)2
 Senyawa yang digunakan sebagai obat maag adalah  . . . .
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5

UN Kimia 2013 Soal 40
(1). Titik leleh dan titik didihnya tinggi
(2). Umumnya senyawanya berwarna
(3). Membentuk molekul diatomic
(4). Bereaksi dengan air membentuk larutan asam

Sifat unsur transisi terdapat pada nomor . . . .
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 1 dan 4
D. 2 dan 3
E. 3 dan 4

UN Kimia 2012 Soal no 39
Dari beberapa kegunaan unsur / senyawa berikut ini :
(1). Pengisi balon udara
(2). Lampu reklame
(3). Campuran oksigen dalam tabung penyelam
(4). Film fotografi
(5). Antiseptic pada luka

Kegunaan gas helium/senyawanya terdapat pada nomor . . . .
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 4
D. 3 dan 5
E. 4 dan 5

Prediksi UN Kimia
Berikut ini adalah pernyataan yang tidak tepat mengenai cara memperoleh gas mulia adalah  . . .
A. Neon diperoleh dengan detilasi bertingkat udara cair
B. Radon diperoleh dengan peluruhan radioaktif
C. Krypton diperoleh dengan elektrolisis
D. Xenon diperoleh dengan destilasi bertingkat udara cair
E. Argon diperoleh dengan destilasi bertingkat udara cair

Prediksi UN Kimia
Pasangan garam alkali tanah yang menyebabkan kesadahan tetap pada air adalah  . . .
A. CaSO4  dan Sr(HCO3)2
B. CaCl2 dan MgCl2
C. Mg(HCO3)2 dan MgCl2
D. Ca(HCO3)2 dan Mg(HCO3)2
E. CaCl2 dan C(HCO3)2

Prediksi UN Kimia
Sifat – sifat di bawah ini yang sesuai dengan unsur perioda ke-4 adalah  . . .
A. Na paling sukar bereaksi
B. P, S dan Cl cenderung membentuk basa
C. S adalah logam
D. Na, Mg dan Al berperan sebagai pengoksidasi
E. Energi ionisasi Ar paling besar.

Sumber :
1. Naskah asli UN kimia milik Pusat Penilaian Pendidikan - BALITBANG - KEMENDIKBUD
2. Bpm UN Kimia 2017 SMA/MA, terbitan yrama widya

Kumpulan Soal UNBK tentang Laju Reaksi

Soal 1
Larutan NaOH 1 M sebanyak 100 cm3 direaksikan dengan 100 cm3 larutan HCl 1 M dalam sebuah bejana. Tercatat suhu naij dari 29 derajat Celsius ke 37.5 derajat Celsius. Jika larutan dianggap sama dengan air, kalor jenis air = 4.2 J/g K dan massa jenis air = 1 gr/ cm3, maka perubahan entalpi reaksi adalah . . . . kJ/mol
A. + 82.3
B. + 71.4
C. - 71.4
D. - 54.6
E. - 45.9

Soal 2
Diketahui reaksi :
H2 + Br2 ==> 2HBr.         Delta H = -72 Kj/mol
Maka untuk menguraikan 11,2 L gas HBr (STP) menjafi H2 dan Br2 diperlukan kalor sebanyak . . . .
A. 9 kJ
B. 18 kJ
C. 36 kJ
D. 72 kJ
E. 144 kJ

Soal 3
Jika proses penguraian H2O menjadi atom atomnya memerlukan energi sebesar 220 kkal/mol. Maka energi ikat rata rata O - H adalah . . . . kkal/mol
A. + 220
B. - 220
C. + 111
D. - 111
E. + 55

Soal 4
Diketahui reaksi :
S(s) + O2(g) ==> SO2(g)  delta H = -70,96 kkal/mol
S(s) + 3/2O2(g) ==>SO3(g) delta H = -94,45 kkal/mol
Perubahan entalpi untuk reaksi :
SO2(g) + 1/2O2(g) ==>SO3(g)
Adalah . . . . kkal
A. +23.49
B. - 23,49
C. + 165,41
D. - 165,41
E. - 236.99

Soal 5
Jika diketahui perubahan entalpi untuk reaksi berikut adalah :
2Fe + 3/2O2 ==>Fe2O3.     Delta H = -822kJ/mol
C + 1/2O2 ==> CO.   Delta H = - 110 kJ/mol
Perubahan entalpi untuk reaksi:
3C + Fe2O3 ==> 2Fe + 3CO
Adalah . . . . .kJ/mol
A. - 932
B. - 712
C. - 492
D. + 492
E. + 712

Soal 6
Reaksi 3 gram Mg ( Ar = 24) dan nitrogen ( Ar = 14) menghasilkan Mg3N2. Pada keadaan standar proses tersebut melepaskan kalor sebanyak 28 kJ. Entalpi pembentukan standar Mg3N2 adalah . . . . Kj/ mol
A. - 75
B. - 117
C. - 224
D. - 350
E. - 672

Soal 7
Gas asetilena (C2H2) memiliki entalpi pembakaran 320 kkal/mol dapat dibuat melalui persamaan reaksi :
CaC2 + 2H2O ==> Ca(OH)2 + C2H2
Jika dalam suatu proses digunakan 160 gram CaC2 dengan asumsi bahwa CaC2 yang dapat bereaksi hanya 80%. Maka umtuk pembakaran gas asetilena teraebut akan dihasilkan kalor sebanyak . .  . . .kkal/mol
A. 320
B. 480
C. 640
D. 800
E. 960

Soal 8
Diketahui energi ikatan rata rata beberapa ikatan sebagai berikut :
Perubahan entalpi yang terjadi pada reaksi :
CH3CCH + 2H2 ==> CH3CH2CH3
Adalah sebesar . . .  kJ/mol
A. + 272
B. - 272
C. - 1711
D. - 1983
E. - 3694

Soal 9
Diketahui reaksi berikut :
N2 + 3H2 ==> 2NH3.  Delta H = - 34 kJ
Maka kalor yang dilelaskan bila 56 gram gas nitrogen bereaksi ( Ar N = 14) adalah . . . kJ
A. 34
B. 68
C. 102
D. 136
E. 170

Soal 10
Jika entalpi pembentukan CO2 = - 393 kJ/ mol, H2O = - 243 kJ/mol dan C3H8 = - 104 kJ/mol. Besarnya enwegi yang dilepaskan pada pembakaran 1 mol C3H8 sesuai persamaan reaksi= C3H8 + 5O2 == > 3CO2 + 4H2O adalah . . . . kJ/ mol
A. + 2043
B. + 107
C. - 107
D. - 315
E. - 2043

Kumpulan Soal UN tentang Laju Reaksi

Soal 1
Perhatikanlah grafik untuk asam asetat dalam reaksi :
CH3COOH + C2H5OH ==> CHECOOC2H5 + H2O
Pernyataan berikut yang benar adalah . . . .
A. Konsentrasi CH3COOH tidak berubah
B. Konsentrasi CH3COOH tidak mempengaruhi laju reaksi
C. Laju reaksi menjadi 4 kali lebih besar jika konsentrasi CH3COOH dinaikkan dua kali.
D. Reaksi berlangsung terus menerus
E. Semakin tinggi konsentrasi, maka reaksi akan berlangsung lebih lama.

Soal 2
Gas NO dibakar menjadi gas NO2 menurut persamaan reaksi :
2NO(g) + O2(g) ==> 2NO2(g)
Grafik yang menggambarkan hubungan antara konsentrasi NO terhadap waktu adalah . . . .
A.
 B.
C. 
D. 
E. 

Soal 3
Pada percobaab reaksi batu pualan dengan HCl didapatkan data sebagai berikut :
Perc.  [HCl]          massa.        Suhu.   Waktu
                         Pualam (4 g)                    mnt
1.         2 M.        Kerikil.               25.          2
2.         1 M.        Kerikil.               25.          5
3.         1 M.        Serbuk.               25.         1.5
4.         1 M.        Kerikil.               35.          0.5
5.         0.5 M.     Serbuk.              25.          4
Laju reaksi percobaan 2 dan 3 dipengaruhi oleh . .
A. Waktu
B. Massa
C. Konsentrasi HCl
D. Luas permukaan pualam
E. Suhu

Soal 4
Setiap kenaikan suhu 29 derajat Celsius, laju reaksi menjadi tiga kali lebih cepat. Jika pada suhu 20 derajat Celsius reaksi berlangsung 27 menit, maka laju reaksi pada suhu 80 derajat Celsius adalah . . .  .
A. 9 menit
B. 3 menit
C. 1 menit
D. 1/2 menit
E. 1/3 menit

Soal 5
Untuk reaksi A + B ==> diperoleh data sebagai berikut:
Jika konsentrasi A dinaikkan dua kali pada konsentrasi B tetap, laju reaksi menjadi 4 kali lebih besar. Dan jika konsentrasi A dan B dinaikkan dua kali, maka laju reaksi menjadi 8 kali lebih besar. Persamaan laju reaksi nya adalah . . . .
A. k [A] [B]^2
B. k [A] [B]
C. k [A]^2 [B]
D. k [A]^2 [B]^2
E. k [A] [B]^3

Soal 6
Dari reaksi NO dan Br2 diperoleh data sebagai berikut.
Perc.   [NO]   [Br2]      laju rx (M/det)
1.          0.1.      0.05.                6
2.          0.1.       0.1.                 12
3.          0.1.       0.2.                 24
4.          0.2.       0.05.              24
5.          0.3.       0.05.               54
Reaksi tersebut adalah reaksi tinggkat. . . .
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 0

Soal 7
Perhatikan dta pada tabel berikut untuk reaksi : A + B ==> C + D
Berdasarkan reaksi diatas orde reaksibtotal adalah . . . .
A. 0
B. 1
C. 2
D. 3
E. 4

Soal 8
Nitrogen oksida, NO, bereaksi dengan hidrogen membentuk dinitrogen oksida N2O dan uap air menurut persamaan:
2NO + H2 ==> N2O + H2O

Pengaruh konsentrasi NO dan H2
terhadap laju reaksi ditemukan sebagai berikut:
Laju reaksi yang terjadi jika konsentrasi NO2 = 2 M dan konsentrasi H2 = 5 M adalah . . . .
A. 1/36
B. 1/18
C. 5/36
D. 5/18
E. 5/9

Soal 10
Kedalam wadah 2 L dimasukkan 0.10 mol gas fosgen yang terurai dengan persamaan reaksi 
COCl2 ==> CO + Cl2
Setelah 10 detik, gas yeraebut tinggal 0.02 mol. Laju peruraian gas fosgen adalah . . . .
A. 4 x 10^-3 M/detik
B. 3 x 10^-3 M/detik
C. 2 x 10^-3 M/detik
D. 3 x 10^-2 M/detik
E. 2 x 10^-2 M/detik


Soal 11
Pada percobaan reaksi antara logam aluminium dan larutan asam sulfat sesuai dengan persamaan reaksi :
2Al + 3H2SO4 ==> Al2(SO4)3 + 3H2
Gas hidrogen yang dihasilkan ditampung pada wadah dan diukur volumenya pada suhu tetap. Data pengukuran tiap waktu sebagai berikut :

No.        Waktu.       Volume
1.            0.                 0
2.            15.               40
3.            30.               80

Laju pembentukan gas hidrogen setelah 30 detik sebesar. . . . mL/detik
A. 0.83
B. 1.33
C. 2.67
D. 2.50
E. 7.50

Bank Soal Kimia untuk UNBK topik Unsur Radioaktif

Soal UN Kimia No 40
Perhatikanlah persamaan reaksi berikut :
235 U 92 + Z ==> 247 Es 99 + 2n
Nuklida Z yang ditembakkan pada persamaan reaksi tersebut adalah . . .
A. 12 C 6
B. 14 N 7
C. 16 O 8
D. 18 F 9
E. 21 Ne 10

UN Kimia 2014 Soal 38
Beberapa sifat unsur berikut :
(1). Menghantarkan arus listrik
(2). Bilangan oksidasinya bervariasi
(3). Memancarkan radiasi partikel alpha
(4). Reaksinya menyebabkan perubahanh inti

Sifat dari unsur radioaktif adalah . . . .
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 3
D. 2 dan 4
E. 3 dan 4

UN Kimia 2013 Soal 39
Beberapa sifat zatsebagai berikut :
(1). Memberikan warna spectrum nyala jika dipanaskan
(2). Memancarkan sinar yangdapat merusak flat foto yang dilapisi kertas film.
(3). Dapat mengalami peluruhan
(4). Memiliki bilangan oksidasi yang bervariasi

Sifat unsur radioaktif ditunjukkan oleh nomor  . . . .
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 3
D. 2 dan 4
E. 3 dan 4

Soal Prediksi UN Kimia
Berikut ini yang tergolong reaksi fisi adalah  . . .
A. 14 N 7 + 4 He 2 ==> 17 O 8 + 1 p 1
B. 12 C 6 + 2 D 1 ==>14 C 6 + 1 p 1
C. 2 H 1 + 3 H 1 ==> 4 He 2 + 1 n 0
D. 235 U 92 + 1 n 0 ==> 97 Zr 40 + 137 Te 52
E. 27 Al 13 + 1 n 0 ==> 24 Na 11 + 4 He 2

Soal Prediksi UN Kimia
Diberikan beberapa radioisotope berikut :
(1) Na – 24
(2) Te – 99
(3) P – 32
(4) Fe – 59
(5) I – 131
Isotop yang digunakan untuk mendeteksi adanya kebocoran pipa air dan penyakit kelenjar gondok ditunjukkan oleh nomor . . . .
A. 1 dan 3
B. 1 dan 5
C. 2 dan 4
D. 2 dan 5
E. 3 dan 4

Soal Prediksi UN Kimia
Perhatikanlah persamaan reaksi inti berikut :
222 Rn 86 ==> 218 P 84 + x
Partikel x yang tepat adalah  . . .
A. 0 e -1
B. 1 p 1
C. 4 He 2
D. 1 n 0
E. 0 e +1

Soal Prediksi UN Kimia
Perhatikanlah isotop-isotop berikut :
(1) 24 Na 11
(2) 85 Sr 38
(3) 32 P 15
(4) 59 Fe 26
(5) 60 Co 27
Isotop yang digunakan untuk mendeteksi efisiensi penggunaan pupuk dan terapi kanker ditunjukkan oleh nomor  . . . .
A. 1 dan 2
B. 2 dan 4
C. 1 dan 3
D. 3 dan 4
E. 3 dan 5

Soal Prediksi UN Kimia
Suatu unsur radioaktif meluruh sehingga tersisa 12,5 % setelah 360 hari. Waktu paruh unsur radioaktif tersebut adalah . . . .
A. 30 hari
B. 60 hari
C. 90 hari
D. 120 hari
E. 180 hari

Soal Prediksi UN
Dari reaksi peluruhan berikut :
(1). 137 I 53 ==> 136 I 53
(2). 37 Ar 18 ==> 36 Cl 17
(3). 13 N 7 ==> 13 C 6
(4). 239 U 92 ==> 239 Np 93
(5). 30 S 16 ==> 36 P 15

Pasangan reaksi yang memancarkan positron adalah  . . .
A. 1 dan 2
B. 1 dan 4
C. 2 dan 4
D. 2 dan 5
E. 3 dan 5

Soal Prediksi UN
Setelah disimpan selama 40 hari, suatu unsur radioaktif masih bersisa 25 % dari semula. Waktu paruh unsur tersebut adalah  . . .
A. 20 hari
B. 16 hari
C. 10 hari
D. 8 hari
E. 5 hari

Soal Prediksi UN Kimia
Dari isotop isotop berikut ini :
1. O-18
2. Na-24
3. Fe-59
4. Sr-85
5. I-131

Soal Prediksi UN
Isotop yang digunakan untuk mempelajari mekanisme reaksi esterifikasi dan mengukur laju pembentukan sel darah merah pada manusia berturut – turut adalah nomor. . . .
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 3
D. 3 dan 4
E. 4 dan 5

Soal UN Kimia tentang Larutan Penyangga

Nah kali ini kita akan belajar bagaimana menjawab soal soal UN kimka SKL Larutan Penyangga.

Soal 1: Menentukan Pasangan Larutan yang Bersifat Penyangga
Perhatikanlah pasangan senyawa dibawah ini :
1. NH3 dan NH4Cl
2. Ba(OH)2 dan BaCO3
3. H3PO4 dan KH2PO4
4. HCN dan NaCN
5. HNO3 dan NaNO3
Pasangan yang merupakan larutan penyangga terdapat pada nomor . . . .
A. 1 dan 2
B. 1 dan 4
C. 2 dan 3
D. 3 dan 4
E. 4 dan 5

Pembahasan :
Larutan penyangga ada 2 yaitu :
1. Penyangga asam.
     Dapat dibuat dari : 1). AL + G, dimana kation.            garamnya berasal dari basa kuat. 2). Al + BK,          syarat AL bersisa.

2. Penyangga basa
     Dapat dibuat dari : 1). BL + G, dimana anion.            garam berasal dari asam kuat. 2). BL + AK,              syarat BL bersisa.

Nah untuk soal diatas hanya m3mencangkup campuran AL dan BL dengan G nya saja karena konsep kedua harus diketahui data molnya.

1. NH3 dan NH4Cl = penyangga basa

2. Ba(OH)2 dan BaCO3 = bukan penyangga karena Ba(OH)2 adalah BK sedangkan BaCO3 adalah garamnya dari anion AL.

3. H3PO4 dan KH2PO4 = penyangga asam, dimana H3PO4 nya adalah AL , dan KH2PO4 adalah G dengan kaitin basa kuat.

4. HCN dan NaCN = penyangga asam

5. HNO3 + NaNO3 = bukan penyangga karena campuran AK dan Garamnya.

Jawaban : B

Soal 2 : Menentukan Larutan Penyangga Dengan pH >7 atau pH < 7.
Diantara larutan berikut yang dapat membentuk larutan penyangga dengan pH < 7 adalah . . . .
A. HCN dan NaCN
B. H2SO4 dan K2SO4
C. NaOH dan Na2SO4
D. NH4OH dan NH4Cl
E. HNO3 dan Mg(NO3)2

Pembahasan : 
Larutan penyangga asam pH < 7
Larutan peyangga basa pH > 7

Diantara campuran larutan pada option soal diatas yang merupakan larutan penyangga hanya option A dan C.

HCN + NaCN = Al + Garam AL- BK = Penyangga Asam = pH < 7

NH4OH + NH4Cl = BL + Garam BL - AK = Penyangga Basa = pH > 7

Jawaban : A

Soak 3 : Menentukan larutan yang bersifat penyangga melalui data pH yang diberikan
Perhatikan data percobaan berikut :
Larutan.             I.       II.        III.        IV.        V
pH awal.             4.     5.         7.        8.         10

Ditambah.       2.5.   3.9.      4.5.     7.8.       5
sedikit asam

Ditambah.        6.6.    6.1.     10.       8.1.       12
sedikit basa

Ditambah.        5.2.     5.9.     6.5.     7.6.        8.t
sedikit air
Daro data tersebut yang termasuk larutan penyangga adalah . . .
A. I
B. II
C. III
D. IV
E. V

Pembahasan:
Larutan penyangga itu adalah larutan yang bisa mempertahankan pH nya jika ditambah sedikit asam, basa atau diencerkan dengan menambah air.

Jika diberikan data tentang pH larutan sebelum ditambah sedikit asam, basa atau air dan sesudahnya, maka larutan penyangga adalah larutan yang perubahan pH nya paling kecil.

Nah berdasarkan penjelasan diatas, maka yang merupakan larutan penyangga pada data diatas adalah larutan nomor IV.

Jawaban : D

Soal 4 :Menentukan pH larutan Penyangga
Sebanyak 100 mLnlarutan CH3COOH 0.2 M dicampur dengan 100 mL larutan NaOH 0.1 M. Jika Ka CH3COOH = 1 x 10^-5, pH larutan setelah dicampurkan adalah. . . . .
A. 2
B. 4
C. 5
D. 6
E. 9

Pembahasan:
Nah soal campuran asam basa bisa menjadi konsep penyangga ataupun konsep hidrolisi. Ada pembeda diantara keduanya. Misalnya yang direkasikan Al + BK atau Bl + AK, jika yang lemah bersisa, maka kita memakai konsep penyangga. Tetapi jika pereaksi habis bereaksi, maka kita memakai konsep hidrolisis. Nari kita coba untuk soal diatas.

mol AL CH3COOH = M x V = 100 mL x 0.2 M = 20 mmol

mol BK NaOH = M x V = 100 mL x 0.1 M = 10 mmol

Reaksi stoikiometri
              CH3COOH + NaOH ==> CH3COONa + H2O
Mula2.   20.                10.                   -                    -
Reaksi.  10.                 10.                 10.                10
Sisa.     10.                  -                     10.                10

Nah ternyata ALnya berisisa 10 mmol, maka soal ini termasuj konsep penyangga.

H+ = Ka x ( mol Al/ mol G)
       = 1 x 10^-5 x ( 10/10)
       = 1 x 10^-5

pH = - log H+
      = - log 1 x 10^-5
      = 5

Jawaban : C

Soal 5: diketahui pH larutan penyangga, kemudian cari massa garam yang harus dicampurkan.
Larutan penyangga dengan dengan pH =.12 ql+ log 2 dibuat dengan melarutkan garam amonium sulfat (NH4)2SO4 kedalam 200 mL NH3 0.5 M ( Kb =( 1,8 x 10^-5). Massa (NH4)2SO4 yang harus ditambahkan sebesar . . . .mg( Ar N = 14, H = 1, O = 16, S = 32)
A. 2.97
B. 4.75
C. 5.94
D. 11.88
E. 17.82

Pembahasan :
Pertama tentukan dulu apakah latutan penyangga itu bersifat asam atau basa. Karena campuran diatas adalah NH3 sebagai AL dan (NH4)2SO4 adalah garamnya, maka penyangga bersifat basa. Atau bisa lihat dari harha pH nya.

pH = 12 + log 2
pOH = 14 - ( 12 + log 2)
         = 2 - log 2

OH- = 2 x 10^-2

Mol BL NH3 = M x V = 200 mL x 0.5 M = 100 mmol = 0.1 mol

Kemudian kita cari mol garam yang dibutuhkan dari rumus mencari konsentrasi OH-.

OH- = Kb x (mol BL/ mol G)
2 x 10^-2 = 1,8 x 10^-5 × ( 0.1 / mol G)
mol G = 1.8 x 10^-6 / 2 x 10^-2
           = 0.9 x 10^-4
           = 9 x 10^-5 mol

Massa = mol x Mr
             = 9 x 10^-5 x 132
             = 1188 x 10^-5 gram
             = 1188 x 10^-2 mg
             = 11.88 mg

Jawaban : D

Soal 6: Mencari pH larutan penyangga jika diketahui data zat dalam volume
Kedalam 250 mL H2SO4 0.1 M dialirkan 2.24 L gas NH3 (STP), menurut persamaan reaksi:
2NH3 + H2SO4 ==> (NH4)2SO4
Jika Kb NH3 = 10^-5, maka pH yang terbentuk sebesar . . .
A. 3 - log 2
B. 5 - log 1
C. 5 - log 2
D. 9 + log 1
E. 9 + log 2

Pembahasan :
Soal ini sama saja dengan soal soal lain untyk mencari pH penyangga, hanya saja ada data volume salah satu zat yang membentuk larutan penyangga. Tetap berfikiran positif bahwa soal ini sangat mudah.

mol H2SO4 = M x V = 0.1 M x 250 mL = 25 mmol
mol NH3 = V/22.4 = 2.24/22.4 = 0.1 mol = 100 mmol

                 2NH3 + H2SO4 ==> (NH4)2SO4
Mula2.     100.        25 mmol.       -
Reaksi.      50.         25.                 25 mmol
Sisa.          50.          -                     25 mmol

Karena mol AL bersisa, maka larutan bersifat penyangga basa.

OH- = Kb x ( mol BL / mol G)
        = 10^-5 x (50/25)
        = 2 x 10^-5

pOH = - log 2 x 10^-5
         = 5 - log 2

pH = 14 - ( 5 - log 2)
       =.9 + log 2

Jawaban : E

Soal UNBK dan Pembahasan tentang Hukum Dasar Kimia dan Stoikiometri

Soal 1 : Menentukan rumus emppiris suatu senyawa
Suatu senyawa karbon emiliki massa 23 gram dibakar menghasilkan 44 gram gas karbon dioksida dan 27 gram air. Jika Ar C = 12, O = 16 dan H = 1, rumus empiris senyawa tersebut adalah . . . .
A. C2H6O3
B. C2H6O
C. CH3O
D. CH2O
E. CH4

Pembahasan :
Kita pakai cara yang mudah saja.
Misalkan senyawa karbon tersebut adalah CxHyOz. Ketika dibakar artinya kita mereaksikan senyawa karbon tersebut dengan O2 dan akan selalu menghasilkan CO2 dan H2O. Massa C yang ada dalam CO2 dan massa H yang ada dalam H2O adalah berasal dari senyawa karon CxHyOz itu sendiri, sementara O, bisa berasal dari senyawa karbon atau dari O2, sehingga akan sulit dicari terlebih dahulu.

Kita cari dulu massa C dalam CO2 dan massa H dalam H2O

Massa C dalam CO2
    



    = 12 gram

Massa H dalam H2O




= 3 gram

Setelah mendapatkan massa C dan H, maka massa O daro senyawa karbon dapat dicari menggunakan rumus :

Massa CxHyOz = Massa C + Massa H + Massa O
            Massa O = Massa CxHyOz - (Massa C + Massa H)
                           = 23 gram - (12 + 3) gram
                           = 23 - 15
                           = 8 gram

Untuk mencari rumus empiris, kita harus cari perbandingan mol unsur penyusunnya.
n C = gr/Ar = 12/12 = 1 mol
n H = gr/Ar = 3/1 = 3 mol
n O = gr/Ar = 8/16 = 0.5 mol

Perbandingan mol unsur penyusun dalam senyawa CxHyOz
= mol C : mol H : mol O
= 1 : 3 : 0,5
= 2 : 6 : 1

Maka rumus empiris senyawa tersebut adalah = C2H6O

Jawaban : B

Soal 2 : Soal Hukum Dalton / Perbandingan Berganda
Belerang dan oksigen menghasilkan dua jenis senyawa. Persen massa belerang pda senyawa A adalah 50%, sedangkan pasa senyawa B 40%. Jika massa belerang pada kedua senyawa itu dibuat sama, massa oksigen pada kedua senyawa tersebut memiliki perbandingan tertentu. Berdasarkan keadaan tersebut, hukum dasar kimia yang berlaku adalah . . . .
A. Hukum perbandingan berganda
B. Hukum perbandingan volume
C. Hukum perbandingan tetap
D. Hukum kekekalan massa
E. Hukum avogadro

Pembahasan :
Nah kalian harus bisa menelaah soal yang berkaitian dengan hukum dasar kimia karena tentu konsepnya berbeda beda. Berikut saya sajika ciri ciri soal dan termasuk hukum dasar yang mana.

1. Hukum Kekealan Massa (Lavoisier) => bisanya dalam soal ada kata kata sistem tertutup atau wadah tertutup, karena hukum ini hanya dapat dibuktikan jika sistemnya tertutup.

2. Hukum Perbandingan tetap (Hukum Proust) => ciri ciri soal hukum ini adalah diketahui dua unsur  yang hanya membentuk satu senyawa.

3. Hukum perbandingan berganda (9Hukum dalton) => ciri ciri soal ini adalah diketahui dua buah unsur dapat membentuk lebih dari satu senyawa.

4. Hukum perbandingan volume (Gay - Lussac) => ciri cirinya adalah jika dalam soal diketahui data volume, maka perbandingan volume akan sama dengan perbandingan koefisien rekasi yang setara

5. Hukum avogadro = ciri cirinya adalah jika didalam soal diketahui molnya, maka perbandingan mol akan sama dengan perbandingan volume.

Nah soal diatas, diketahui dua unsur yaitu S dan O dapat mementuk lebih dari satu senyawa yaitu senyawa A dan B, maka sudah dipastikan bahwa soal ini adalah penerapan hukum perbandingan berganda oleh Dalton. Untuk memastikannya marilah kita buktikan.

Misalkan saja sua unsur itu adalah 1 dan 2 yang akan membentuk senyawa A dan B

           S           O
A       50%      50% x 4
B       40%      60% x 5

Misalkan perbandingan belerang senyawa A dan B kita buat sama dengan mengali dengan faktor 4 untuk senyawa A dan 5 untuk senyawa B. Maka hasilnya adalah sebagai berikut :

            S           O
A       200%      200%
B       200%      300%

Pada perbandingan S pada kedua senyawa diatas sudah kita buat sama, maka perbandingan O pada senyawa A dan B adalah :
OA   :   Ob = 200% : 300% = 2 : 3

Terlihat bahwa perbandingan O pada senyawa A dan B adalah bilangan bulat dan sederhana.

Jawaban : A

Soal 3 : Mencari massa zat jika diketahu volume zat lain dalam suatu persamaan reaksi
Logam alumunium direkasikan dengan larutan asam klorida menghasilkan 4,48 L gas hidrogen yang diukur pada keadaan standar menurut persamaan reksi sebagai berikut:
Al(s) + HCl(aq) ==> AlCl3(aq) + H2(g) (belum setara)
Massa logam alumunium yang direaksikan sebanyak . . . .gram(Ar :Al = 27, H = 1, Cl = 35,5)
A. 3,51
B. 5,42
C. 8,12
D. 35,1
E. 54,2

Pembahasan:
Sebelum kita menjawab soal ini ada beberapa konsep yang harus kalian pahami dengan baik.
1. Jika pada soal terdapat persamaan reaksi, maka kalian harus mengecek terlebih dahulu apakah rekasinya sudah setara atau belum.

2. Jika pada soal hanya satu data zat yang diketahui (bisa massa (gr) atau volume (L)) maka pada reaksi tersebut ada zat yang habis bereaksi sehingga mol zat yang bereaksi itu sebanding dengan koefisien reaksi. Tetapi jika ada dua data zat yang diketahui, maka kalian wajib membuat dan menentukan pereaksi pembatasnya melalui stikiometri reaksi mula mula, bereaksi dan sisa.

3. Jika zatnya ada dalam wujud gas, maka akan ada dua keadaan gas tersebut. Yang pertama adalah keadaan standar (STP = 25 derajat Celsius dan 1 atm) dimana 1 mol zat volumenya adalah 22,4 L. Sedangkan jika gas diluar keadaan itu, maka rumus yang digunakan untuk mencari mol adalah rumus persamaan gas ideal.

STP


Keadaan lain


Dengan :
P = Tekanan (atm)
V = Volume (L)
n = mol
R = 0,082 L atm/mol K
T = Suhu (K)

Kembali pada soal diatas, karenareaksi belum setara maka kita setarakan terlebih dahulu. Hasilnya adalah sebagai berikut :
2Al(s) + 6HCl(aq) ==> 2AlCl3(aq) + 3H2(g)

V H2 yang dihasilkan = 4,48 L
n H2 = V/22,4 = 4,48/22,4 = 0,2 mol

Ingat, pada reaksi  yang setara, perbandingan mol maka sama dengan perbandingan koefisien. Karena yang ditanya adalah massa Al yang harus direaksikan, maka tentu kita harus tahu molnya terlebih dahulu.

mol Al : mol H2 = Koef Al : Koef H2
mol Al = (kof Al : koef H2) x mol H2

Atau kita bisa menulisnya seperti ini :

Mol zat ditanya = (koef zat ditanya /Koef zat diketahui) x mol zat yang diketahui
                          = (2/3) x 0,2
                          = 0,13 mol mol

Massa Al = mol Al x Ar
                = 0,13 x 27
                = 3,51 gram

Jawaban : A

Soal 4 :Mencari volume zat jika diketahui massa zat lain dalam suatu persamaan reaksi
Belerang dapat diperoleh dari gas alam dengan cara mengoksidasi gas alam sulfida sesuai dengan persamaan reaksi berikut.
H2S(g) + O2(g) ==> S(s) + H2O(l)
Jika belerang yang dihasilkan adalah 320 gram, volume gas asam sulfida yang dioksidasi pada kedaan STP sebanyak . . . .L(Ar S = 32)
A. 336
B. 224
C. 112
D. 56
E. 28

Pembahasan
Reaksi yang diketahui diatas sudah setara ya.
H2S(g) + O2(g) ==> S(s) + H2O(l)

mol S yang dihasilkan = gr/Ar = 320/32 = 10 mol
mol H2S yang dibutuhkan = (koef H2S/koefs) x mol S
                                           = 1/1 x 10 mol
                                           = 10 mol
(nantinya jika koefisiennya sama maka mol nya juga akan sama)

Volume H2S yang dibutuhkan pada saat STP = n x 22,4 L = 10 x 22,4 L = 224 L

Jawaban : B

Soal 5: Menentukan rumus molekul senyawa
Suatu senyawa mengandung 14% hidrogen dan 86% karbon. Jika Mr senyawa = 56, rumus empiris dan rumus molekulsenyawa tersebut adalah . . . .(Ar C = 12, H = 1, O =16)
A. CH4 dan CH4
B. CH2 dan C2H4
C. C3H4 dan C3H4
D. CH2 dan C4H8
E. C2H5 dan C4H10

Pembahasn :
Misalkan saja masa senyawa yang mengadung H dan C adalah 100 gram. Maka dalam 100 gram senyawa tersebut akan terdapat :

H = 14 % x massa senyawa = 14 % x 100 gram = 14 gram
C = 86% x massa senyawa = 86 % x 100 gram = 86 gram

Kita cari terlebih dahulu rumus empirisnya dengan mencari perbandingan mol H dan O.
n H = gr/Ar = 14/1 = 14 mol
n C = gr/Ar = 86/16 = 7,2 mol

Perbandingan mol C : H = 7,2 : 14 = 1 : 2

Maka rumus empiris dari senyawa tersebut adalah CH2.

Untuk menentukan rumus molekul, maka ada hubungan dengan Mr nya. Mr rumus molekul adalah n kali  Mr rumus rumus empiris, sehingga dengan membagi Mr rumus molekul dengan rumus empiris kita bisa mendapatkan harga n.

n = (Mr rumus molekul / Mr rumus empiris)
   = (56 / 14)
   = 4

Maka rumus molekul senyawa adalah = (CH2)n = (CH2)4 =C4H8

Jawaban : B

Soal 6 : Mencari rumus senyawa hidrat
Jika kristal barium klorida (Mr = 208) mengandung 26% air (Mr = 18), rumus kristal tersebut adalah . . . .
A. BaCl2 . H2O
B. BaCl2 .2H2O
C. BaCl2 .3H2O
D. BaCl2 .4H2O
E. BaCl2 . 5H2O

Pembahasan :
Kristal barium klorida yang dimaksud di soal adalah kristal hidrat yang mengandung air, misalnya kita misalkan saja rumusnya adalah BaCl2 . xH2O. x itulah yang akan kita cari.

Cara mencarinya cukup mudah tinggal bandingkan saja mol BaCl2 anhidrat dengan mol H2O nya. Kristal BaCl2 anhidrat biasanya didapatkan dengan memanaskan kristal hidatnya sehingga airnya menguap keudara.

Pada soal diatas kita misalkan saja massa BaCl2 . xH2O = 100 gram
Air = 26%
BaCl2 = 100 % - 26 % = 74 %

Massa BaCl2 dalam 100 gram BaCl2 . xH2O
= 74 % x massa BaCl2 . xH2O
= 74 % x 100 gram
= 74 gram

Massa air dalam 100 gram BaCl2 . xH2O
= 26 % x massa BaCl2 . xH2O
= 26 % x 100 gram
= 26 gram

Untuk mencari nilai x maka kita bandingakan saja mol BaCl2 dengan air.
mol BaCl2 : mol Air
      74/208 : 26/18
          0,36 : 1,44
               1 : 4

Artinya 1 molekul BaCl2 akan bereaksi dengan 4 buah molekul air membentuk senyawa hidrat dengan rumus molekul BaCl2 . 5H2O.

Jawaban : D

Soal 7 :
Sebanyak x gram FeS (Mr = 88) direaksikan dengan asam sulfat menurut persaaan reaksi :
FeS(s) + H2SO4(aq) ==> FeSO4(aq) + H2S(g)
Pada akhir reaksi diperoleh 16 liter gas H2S. Jika pada keadaan tersebut 1 mol H2S bervolume 20 Liter, nilai x adalah . . . . gr
A. 17,6
B. 35,2
C. 70,4
D. 88
E. 105,6

Pembahasan
Pada soal disebutkan bahwa setelah reaksi terjadi dihasilkan 16 L gas H2S dimana pada keadaan tersebut 1 mol H2S bervolume 20 L.

mol 16 L H2S = V/20 L = 16 L / 20 L = 0,8 mol

Maka mol FeS yang bereksi
= (Koef FeS : Koef H2S) x mol H2S
= (1/1) x 0,8 mol
= 0,8 mol

Massa FeS yang harus bereaksi = n x Mr = 0,8 x 88 = 70,4 gram

Jawaban :  C

Soal 8 :
Kapur tulis dibuat dari kalsium karbonat dan kalsium sulfat dengan sedikit pengotor, seperti SiO2. Hanya CaCO3 yang dapat bereaksi dengan HCl encer. Jika smpel kapur tulis sebanyak 8 gram direaksikan dengan HCl dihasilkan 2,2 gram gas CO2, pernyataan berikut yang tepat adalah. . . .
(Ar Ca= 40, C = 12, O = 16, H= 1 dan Cl = 35,5)
A. Reaksi menghsilkan reaksi samping kalsium hidroksida
B. Perbandingan koefisien CaCO3 dan HCl adalah = 2 : 1
C. Persen CaCO3 dalam kapur tulis adalah 62,5 %
D. Massa CaCO3 adalah 2 gram
E. Mol CaCO3 adalah 0,1 mol

Pembahasan :
Pertama kita buat reaksi nya terlebih dahulu. Ingat pada soal yang dapat bereaksi dari zat zat penyusun kapur tulis hanyalah CaCO3.

CaCO3 + 2HCl ==> CaCl2 + CO2 + H2O

Option A jelas salah karena tidak dihasilkan kalsium hidroksida pada reaksi tersebut.

Jika 8 gram kapur tulis direaksikan, dan dihasilkan 2,2 gram gas CO2, maka massa CaCO3 yang dapat bereaksi dapat dicari sebagai berikut :
mol CO2 = gr/Mr = 2,2/44 = 0,05 mol

Maka mol CaCO3 yang bereaski adalah = 0,05 mol (karena koefisiennya sama dengan CO2)

Massa CaCO3 yang bereaksi = n x Mr = 0,05 x 100 = 5 gram

Artinya dalam 8 gram kapur tulis terdapat 5 gram CaCO3 dan 3 gram sisanya adalah zat lain.
Persen mass CaCO3 dalam kapur tulis adalah :
= (Massa CaCO3 / Massa Kapur tulis) x 100 %
= ( 5/8) x 100 %
= 62,5 %

Jawaban : C

Soal 9 : Pereaksi Pembatas
Sebanyak 30 gram gas etana dibakar dengan 11,2 gram gas oksigen. Jumlah molekul H2O yang terbentuk adalah . . . .(Ar C = 12, O = 16 , H = 1 dan L = 6,02 x 10^23)
A. 1,8 x 10^22
B. 6,0 x 10^22
C. 1,8 x 10^23
D. 3,0 x 10^23
E. 6,0 x 10^23

Pembahasan :
Nah pada soal diatas diketahi ada dua data zat yang bereaksi, maka soal ini termasuk konsep pereaksi pembatas.

Etana = C2H6
Oksigen = O2

mol C2H6 mula mula = gr/Mr = 30/30 = 1 mol
mol O2 mula mula = gr/Mr = 11,2/32 = 0,35 mol

Reaksi :
                 2C2H6      + 7O2           ==> 4CO2    + 6H2O
Mula2      1 mol            0,35 mol            -                 -
Rx            0,1 mol         0,35 mol            0,2 mol     0,3 mol  
Sisa

Pereaksi pembatas pada reaksi diatas adalah O2 karena hasil bagi mol dengan koefisiennya paling kecil maka seluruh mol mula mulanya akan habis bereaksi.

Mol C2H6 yang bereaksi = 2/7 x mol O2 = 2/7 x 0,35 = 0,1 mol
Mol H2O yang dibentuk = 6/7 x mol O2 = 6/7 x 0,35 = 0,2 mol

Jumlah molekul H2O yang dibentuk = mol x L
                                                           = 0,3 mol x 6,02 x 10^23
                                                           = 1,8 x 10^23

Jawaban : C

Soal UN tentang Larutan Asam Basa dan Buffer

UN SMA 15 11
Kedalam 1.000 mL aquadest dimasukkan padatan Ca(OH)2 sebanyak 3,7 gram lalu diaduk (penambahan volume Ca(OH)2 dapat diabaikan). pH larutan setelah seluruh padatan terlarut adalah . . . . .(Ar Ca = 40 , O = 16 dan H =1)
A. 1 + log 1
B. 2 – log 5
C. 12 + log 5
D. 13 + log 1
E. 13 – log 5

UN SMA 15 12
Perhatikan senyawa ion berikut:
1. NH4+
2. NH3
3. CO32-
4. HCO3-
5. H2CO3
Senyawa/ion yang berfungsi sebagai penyangga cairan luar sel adalah . . . . .
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 3
D. 3 dan 4
E. 4 dan 5

UN SMA 15 13
Data titrasi 10 mL larutan NaOH 0,1 M dengan larutan H2SO4 sebagai berikut :
No. Volume NaOH(mL) Volume H2SO4(mL)
1. 10 4
2. 10 5
3. 10 6
Massa H2SO4 yang berekasi pada titrasi tersebut adalah . . . .(Mr H2SO4 = 98)
A. 0,049 gram
B. 9,800 gram
C. 19,600 gram
D. 29,400 gram
E. 98,000 gram

UN SMA 14 09
Gas HCl murni, 24 mL ditiupkan ke dalam 125 mL air sehingga seluruh gas larut dan volume air tidak berubah. Tekanan gas semula 76 mmHg dan T = 270C. Jika tetapan gas ideal R = 0,08 L.atm/mol K, log 9 =0,9 , maka pH larutan HCl adalah . . . . .
A. 1,20
B. 1,47
C. 1,80
D. 2,10
E. 2,47

UN SMA 14 10
Berikut ini grafik perubahan harga pH pada titrsi larutan asam asetat dengan larutan NaOH.
http://sijeger.blogspot.com/
Daerah kurva yang menunjukkan larutan penyangga terdapat pada nomor . . . . 
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5

UN SMA 14 11
Beberapa campuran penyangga berikut : 
1. NH3(aq) dan NH4Cl(aq)
2. HCN(aq) dan NaCN(aq)
3. H2PO4-(aq) dan HPO4-2(aq)
4. CH3COOH(aq) dan CH3COONa(aq)
5. H2CO3(aq) dan HCO3-(aq)
Komponen larutan penyangga dalam cairan luar sel adalah . . . . .
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5

UN SMA 13 13
Perhatikan data uji pH beberapa larutan berikut:
http://sijeger.blogspot.com/
Larutan yang merupakan larutan penyangga adalah . . . .
A. P dan Q
B. Q dan R
C. R dan S
D. R dan T
E. S dan T

UN SMA 13 16
Larutan CH3COOH sebanyak 20 mL dititrasi dengan larutan Ba(OH)2 0,1 M dengan data sebagai berikut:
http://sijeger.blogspot.com/
Berdasarkan data tersebut, konsentrasi larutan CH3COOH adalah . . . .
A. 0,075 M
B. 0,080 M
C. 0,150 M
D. 0,200 M
E. 0,250 M

UN SMA 13 17
Larutan 100 mL H2SO4 0,1 M mempunyai pH sebesar . . . . .
A. 1 – log 2
B. 1 + log 1
C. 1 + log 2
D. 2 – log 2
E. 2 + log 2

UN SMA 12 10
Perhatikan rekasi asam basa menurut Bronsted – Lowry berikut!
1. HSO4-(aq) + H2O(l)  H3O+(aq) + SO42-(aq)
2. H2O(l) + S-2 (aq)  OH-(aq) + HS-(aq)
Spesi yang merupakan pasangan asam basa konjugasi adalah . . . .
A. HSO4- dan SO4-2
B. HSO4- dan H2O
C. OH- dan HS-
D. H¬2O dan S-2
E. H3O+ dan SO42-

UN SMA 12 11
Perhatikan data uji pH dua buah air limbah berikut !
http://sijeger.blogspot.com/
Dari hasil pengujian maka pH air limbah 1 dan 2 berturut – turut adalah . . . . 
A. 4,2 ≤ pH ≤ 8,3 dan pH ≥ 10,0
B. pH ≤ 4,2 dan 6,3 ≤ pH ≤ 10,0
C. pH ≤ 8,3 dan pH ≥ 10
D. 4,2 ≤ pH ≤ 8,3 dan 6,2 ≤ pH ≤ 10,0
E. pH ≤ 4,2 dan pH ≥ 10,0


UN SMA 12 12 
Perhatikan grafik titrasi asam – basa berikut!
http://sijeger.blogspot.com/
Jika volume larutan yang ditritrasi 10 mL maka konsentrasi larutan basa LOH itu adalah . . . . 
A. 0,25 M
B. 0,125 M
C. 0,1 M
D. 0,085 M
E. 0,025 M

UN SMA 12 13
Terdapat beberapa larutan berikut :
1. 25 mL NaOH 0,1 M
2. 25 mL HCN 0,2 M
3. 25 mL CH3COOH 0,1 M
4. 25 mL NH4OH 0,2 M
5. 25 mL HCl 0,2 M
Pasangan senyawa yang dapat membentuk larutan penyangga adalah . . . .
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 4
D. 3 dan 4
E. 4 dan 5

UN SMA 11 08
Seorang siswa melakukan pengujian pH dari beberapa sampel air limbah. Data pengujian yang diperoleh sebagai berikut:
http://sijeger.blogspot.com/
Limbah yang tercemar asam dan tercemar basa berturut – turut adalah . . . . 
A. 1 dan 2
B. 2 dan 3
C. 3 dan 4
D. 3 dan 5
E. 4 dan 5

UN SMA 11 09 P46
Berikut data hasil titrasi larutan HCl dengan larutan NaOH 0,1 M
http://sijeger.blogspot.com/
Berdasarkan data tersebut, konsentrasi larutan HCl adalah . . . . 
A. 0,070 M
B. 0,075 M
C. 0,080 M
D. 0,133 M
E. 0,143 M

UN SMA 11 10 P25
Perhatikan data pengujian pH beberapa sampel air limbah berikut ini!
http://sijeger.blogspot.com/
Air limbah yang tercemar asam adalah . . . . 
A. P dan Q
B. Q dan T
C. R dan S
D. S dan T
E. T dan R

UN SMA 10 11
Perhatikan data percobaan berikut :
http://sijeger.blogspot.com/
Dari data tersebut yang termasuk larutan penyangga adalah . . . .
A. I
B. II
C. III
D. IV
E. V

UN SMA 09 10
Dua buah air limbah diuji kadar pHnya dengan beberapa indicator asam basa. Data yang didapat adalah sebagai berikut :
http://sijeger.blogspot.com/
Perkiraan pH dari limbah X dan Y tersebut berturut turut adalah . . . .
A. pH ≥ 10 dan 4,4 ≤ pH ≤ 6,0
B. pH ≤ 4,2 dn pH ≤ 8,2
C. pH ≥ 10 dan 4,4 ≤ pH ≤ 8,2
D. 4,4 ≤ pH ≤ 8,2 dan pH ≤ 8,2
E. 4,4 ≤ pH ≤ 10,0 dan 4,4 ≤ pH ≤ 6,0

UN SMA 09 11
Pada percobaan titrasi CH3COOH dengan NaOH menurut rekasi :
CH3COOH + NaOH  CH3COONa + H2O
Sebanyak 25 mL larutan CH3COOH dititrasi, ternyata memerlukan 30 mL larutan NaOH 0,1 M. Maka konsentrasi CH3COOh adalah . . . .
A. 0,10 M
B. 0,12 M
C. 0,15 M
D. 0,20 M
E. 0,24 M

UN SMA 09 12
Tabel hasil perobaan beberapa larutan yang ditetesi dengan asam dan basa :
http://sijeger.blogspot.com/
Dari tabel tersebut yang merupakan larutan penyangga adalah . . . . 
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5

UN SMA 08 10
Seorang siswa melakukan titrasi 25 mL larutan CH3OOH 0,1 M dengan larutan NaOH 0,1 M. Perubahan volume larutan NaOH yang ditambahkan menyebabkan perubahan pH. Grafik yang dapat dibuat adalah . . . . .
http://sijeger.blogspot.com/

UN SMA 08 11
pH larutan yang mengandung 6 gram CH3COOH (Mr = 60) dan 0,1 mol CH3COONa (Ka = 1 x 10-5) adalah . . . . 
A. 1
B. 5
C. 7
D. 9
E. 12

UN SMA 08 12
Berdasarkan pengujian sampel air limbah diperoleh data sebagai berikut:
http://sijeger.blogspot.com/
Harga pH untuk sampel A dan B berturut turut adalah . . . . .
A. pH ≤ 6,3 dan 7,6 ≤ pH ≤ 8,3 
B. 7,6 ≤ pH ≤ 8,3 dan pH ≥ 10
C. 7,6 ≤ pH ≤ 8,3 dan pH ≤ 10
D. pH ≥ 10 dan 7,6 ≤ pH ≤ 8,3
E. pH ≤10 dan 7,6 ≤ pH ≤ 8,3

UAS-SMA-07-07
Larutan CH3 COOH 0,1 M (Ka = 10–5) mempunyai pH
...
A. . 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5

UAS-SMA-07-08
pH campuran dari 200 mL NH4OH 0,1 M dengan 200
mL NH4Cl 0,1 M adalah …(Kb = 10–5)
A. 5
B. 7
C. 9
D. 11
E. 13

UAS-06-17
Trayek perubahan warna beberapa indikator:
http://sijeger.blogspot.com/
Indikator BTB dan PP dalam larutan NH4Cl menunjukkan warna berturut-turut adalah ....
A. biru, kuning
B. kuning, merah
C. tak berwarna, kuning
D. merah, kuning
E. kuning, tak berwarna

UAS-06-18
Seorang siswa melakukan percobaan di laboratorium tentang pH beberapa larutan dan diperoleh data:
http://sijeger.blogspot.com/
Larutan di atas yang merupakan larutan penyangga Adalah ...
A. P
B. Q
C. R
D. S
E. T

UAS-05-25
Jika diketahui Kb NH4OH = 10–5, harga pH campuran antara l00 mL larutan NH4OH 0,2 M dan 100 mL larutan HCl 0,1 M adalah ....
A. 5
B. 5 + log2
C. 9 – log2
D. 9
E. 9 + log 2

UNAS-04-20
Konsentrasi H+ yang terdapat dalam 100 ml HF 0,1 M, jika Ka HF = 6,4 × 10-4 adalah …
A. 6,4 × 10-3 M
B. 6,4× 10-5 M
C. 8× 10-4 M
D. 8× 10-3 M
E. 8× 10-2 M

EBTANAS-03-17
Besarnya konsentrasi H+ dari CH3COOH 0,1 M adalah… (Ka CH3COOH = 10-5)
A. 10-1 M
B. 10-2 M
C. 10-3 M
D. 2 × 10-4 M
E. 3 × 10-5 M

EBTANAS-03-18
Pasangan berikut yang merupakan pasangan asam basa konjugasi, kecuali …
A. NH4+ dan NH3
B. HCO32- dan CO32-
C. H3O+ dan OH
D.H2O dan OH
E.CH3COOH dan CH3COO

EBTANAS-02-24
Diketahui reaksi :
CH3COOH + HNO3 ↔ CH3COOH2 + NO2-
Spesi yang keduanya bersifat asam menurut teori Bronsted Lowry adalah …
A. CH3COOH dan CH3COOH2–
B. CH3COOH dan NO2–
C. HNO2 dan CH3COOH2+
D. HNO2 dan NO2–
E. CH3COOH2+ dan NO2–

EBTANAS-02-26
Besarnya pH larutan asam metanoat 0,01 M adalah 5. Maka harga tetapan asam metanoat tersebut adalah …
A. 1 × 10-5
B. 1 × 10-6
C. 1 × 10-7
D. 1 × 10-8
E. 2 × 10-8

EBTANAS-02-28
Sebanyak 100 mL larutan HCl 0,1 M dicampurkan dengan 100 mL larutan Ba(OH)2 0,1 M, maka [OH-} dalam larutan adalah …
A. 0,010 M
B. 0,020 M
C. 0,025 M
D. 0,050 M
E. 0,250 M

EBTANAS-01-18
Asam lemah HA, pHnya = 3. Ka : HA = 1 × 10-5 Konsentrasi HA adalah …
A. 0,1 M
B. 0,01 M
C. 0,001 M
D. 0,0001 M
E. 0,00001 M

EBTANAS-01-33
Pasangan larutan berikut yang membentuk penyangga adalah …
A. 100 cm3 CH3COOH 0,1 M dan 100 cm3 NaOH 0,1 M
B. 100 cm3 CH3COOH 0,1 M dan 100 cm3 NaOH 0,1 M
C. 100 cm3 CH3COOH 0,1 M dan 100 cm3 NaOH 0,2 M
D. 100 cm3 NH3 (aq) 0,5 M dan 100 cm3 HCl 0,1 M
E. 100 cm3 NaOH (aq) 0,1 M dan 100 cm3 HCl 0,1 M

EBTANAS-01-34
Larutan 20 mL HCOOH 0,3 M (Ka = 2 × 10-5) dicampurkan dengan 40 mL larutan KOH 0,1 M. Harga pH larutan yang terjadi adalah …
A. 1
B. 3
C. 5
D. 8
E. 10