Penurunan Rumus Medan Magnet dalam Selenoida Menggunakan Hukum Biot Savart

Penurunan rumus medan magnet di dalam selenoida ini persamaan matematikanya di tulis dengan bahasa khusus tidak akan terbaca dalam mobile version, persamaan matematiknya bisa terbaca dalam web version.

Selenoida adalah sebuah kawat melingkar dengan banyak lilitan kawat yang memanjang serupa dengan pegas dan menghasilkan medan magnet ketika dialiri arus. Penurunan rumus medan magnet di dalam selenoida kebanyakan menggunakan hukum Ampere, walaupun hukum Ampere ini bisa menjawab pertanyaan besar medan magnet di dalam selenoida tetapi rasanya masih memiliki kelemahan bahwa secara kualitatif besar medan magnet di dalam selenoida pastilah tidak sama mulai dari ujung selenoida sampai ke tengah bagian dalam selenoida. Penurunan besar medan magnet dengan menggunakan hukum Biot Savart bisa menjawab pertanyaan tersebut.


Marilah sekarang kita lihat penampang selenoida yang akan kita deskripsikan seperti gambar di bawah ini sebuah selenoida dengan panjang l.




Perhatikan gambar di atas sebuah selenoida dengan besar jari-jari lingkaran kawat a, titik P adalah titik tengah selenoida. Penurunan rumus medan magnet dalam selenoida akan kita coba menghitung besar medan magnet di titik P tersebut. Secara analitik bisa kita bayangkan besar medan magnet  di titik P adalah merupakan jumlah medan magnet yang berasal dari masing-masing kawat melingkar yang membentuk sebuah selenoida, maka dari itu kita harus sudah mengetahui besar medan magnet di titik P yang dihasilkan oleh satu buah kawat melingkar yaitu

$B=\frac{{{\mu }_{o}}i}{2a}{{\left( \frac{a}{r} \right)}^{3}}$

Jika belum mengetahui dari mana besar medan magnet di titik P yang berasal dari satu kawat melingkar, anda bisa baca Penurunan Medan Magnet pada Kawat Melinkar di Sumbu Pusat Lingkaran.

Kemudian untuk mempermudah proses penurunan rumus, kita akan potong selenoida tersebut menjadi setengahnya seperti pada gambar di bawah ini

Seperti sudah ditulis di atas besar medan magnet ditik P adalah jumlah total medan magnet di titik P yang dihasilkan dari seluruh kawat melingkar yang membentuk selenoida, berarti kita harus mengintegralkan persamaan medan magnet di titik P yang berasal dari satu kawat melingkar sepanjang dl,  secara matematika bisa ditulis sebagai berikut

$B=\frac{{{\mu }_{o}}}{2a}\int{{{\left( \frac{a}{r} \right)}^{3}}\frac{Ni}{l}dl}$

$\sin \beta =\frac{rd\beta }{dl}\text{, maka }dl=\frac{rd\beta }{\sin \beta }$

$B=\frac{{{\mu }_{o}}iN}{2la}\int{{{\left( \frac{a}{r} \right)}^{3}}\frac{rd\beta }{\sin \beta }}$

$B=\frac{{{\mu }_{o}}iN}{2l}\int{{{\left( \frac{a}{r} \right)}^{2}}\frac{d\beta }{\sin \beta }}$

$\sin \beta =\frac{a}{r}$

$B=\frac{{{\mu }_{o}}iN}{2l}\int{\sin \beta d\beta }$

$B=\frac{{{\mu }_{o}}iN}{2l}\int_{\beta }^{{{90}^{0}}}{\sin \beta d\beta }$

$B=\frac{{{\mu }_{o}}iN}{2l}\left. \left( -\cos \beta \right) \right|_{\beta }^{{{90}^{0}}}$

Besar medan magnet di pusat selenoida akibat pengaruh setengah panjang selenoida adalah

$B=\frac{{{\mu }_{o}}iN}{2l}\cos \beta $

Jika kita hitung untuk seluruh panjang selenoida maka besarnya akan seperti persamaan di bawah ini


$B=\frac{{{\mu }_{o}}iN}{2l}\left( \cos \beta +\cos \gamma \right)$

Persamaan di atas merupakan persamaan yang bisa menentukan besar medan magnet di sepanjang sumbu tengah selenoida, tidak hanya di pusat selenoida dan di ujung selenoida tetapi bisa juga di luar selenoida asal masih di sepanjang garis tengah sumbu selenoida.

Dalam persoalan menghitung besar medan magnet dalam selenoida untuk selenoida yang jari-jari selenoida sangat kecil maka besar sudut 𝛾 dan 𝛽 akan mendekati nol.

$B=\frac{{{\mu }_{o}}iN}{2l}\left( \cos {{0}^{0}}+\cos {{0}^{0}} \right)$

$B=\frac{{{\mu }_{o}}iN}{l}$



Penurunan Rumus Medan Magnet Kawat Melingkar

Penurunan Rumus Medan Magnet Kawat Melingkar

Kawat melingkar berarus listrik akan menghasilkan medan magnet, tetapi kita tidak bisa menentukan besar medan magnet di sembarang titik karena penurunan rumusnya sangat rumit, disini hanya akan dibahas penurunan rumus besar medan magnet di sepanjang sumbu lingkaran  yang melewati pusat linkaran kawat (garis putus-putus dari pusat kawat melinkar ke titik P  pada gambar 1)

Gambar 1




Perhatikan gambar 1 di atas adalah sebuah kawat melingkar berarus i sebelum menurunkan rumus besar medan magnet di pusat lingkaran kita harus menentukan dulu besar medan magnet di titik P.


Gambar 2
Buatlah Vektor r jarak dari kawat ke titik P, kemudian buatlah vektor dl searah arus yang arah vektornya menyinggung kawat melingkar di pangkal vektor r (vektor warna merah pada gambar 2). di titik P akan ada vektor medan magnet B yang arahnya tegak lurus bidang  cross product vektor dl terhadap vektor r


Gambar 3


Di titik P vektor B akan terurai dan(gambar 4) . tetapi akan hilang karena akan muncul sepanjang elemen kawat melingkar.


Gambar 4



Setelah melakukan analisa geometri dan analisa vektor kita bisa gunakan hukum Biot Savart untuk menghitung besar medan magnet di titik P.



Persamaan harus dikali karena hanya arah yang akan muncul medan magnet di titik P


Besar dl adalah panjang kawat melingkar atau keliling kawat melingkar



Besar medan magnet di titik P



Kemudian kita bisa menentukan besar medan magnet di pusat kawat melingkar dengan sama dengan 90 derajat


Penurunan Rumus Medan Magnet Pada kawat lurus

Penurunan Rumus Medan Magnet Pada kawat lurus
Hasil penemuan Oerstead arus listrik akan menghasilkan medan magnet,  kemudian bagaimana cara menentukan besar medan magnet dari sebuah kawat yang dialiri arus?. Pada tulisan ini, kita bahas khusus cara menentukan besar medan magnet yang dihasilkan oleh sebuah kawat lurus. Pertama kita bahas dulu cara menentukan besar medan magnet yang dihasilkan oleh kawat lurus yang sangat panjang terlihat pada gambar 1. Pada kawat tersebut dialiri arus sebesar i dan kita coba tentukan besar medan magnet di titik P yang berjarak a dari kawat lurus yang sangat panjang ini.



Gambar 1. Kawat BAC Sangat Panjang




 Kita bagi proses perhitungannya, kita hitung setengah panjang kawat BA Seperti tampak pada gambar 2.


Gambar 2. Setengah Panjang Kawat BA


Kemudian kita buat Vektor r dari bagian kawat tertentu ke titik P yang kita anggap bagian kecil kawat yang menimbulkan medan magnet di titik P, pada gambar 3 garis berwarna biru.

Gambar 3


Langkah selanjutnya kita buat vektor dl yang arahnya searah arus berwarna merah ( gambar 4  ) yang merupakan komponen kecil bagian kawat yang memberikan medan magnet di titik P. Sudutadalah sudut antara dl dan r. Sudut adalah sudut antara r dan a.

 
Gambar 4

Setelah kita menganalisa secara geometri pada gambar 4, kita bisa menghitung besar medan magnet di titik P dengan menggunakan hukum Biot savart.



Perhatikan gambar 4, kita bisa subtitusi nilai sin




Kita bisa subtitusi nilai r dengan





Kita bisa tentukan besar medan magnet yang dihasilkan oleh setengah kawat sangat panjang BA adalah


Dengan cara yang sama kawat AC pun akan menghasilkan besar medan magnet di titik P adalah


Maka untuk menghitung besar medan magnet untuk seluruh kawat panjang BAC adalah



 Dengan hasil perhitungan di atas kita bisa menentukan besar medan magnet di titik P apabila kawat tidak sangat panjang seperti pada gambar 5 di bawah panjang kawat hanya sampai EF.

Gambar 5

Besar medan magnet di titik P untuk kawat yang terbatas atau tidak sangat panjang adalah




Contoh Soal Induksi Magnet dan Pembahasanya

Contoh Soal Induksi Magnet dan Pembahasanya


1. Sebuah kumparan kawat yang terdiri dari 100 lilitan menerima perubahan fluks magnet 2 x 10-3 Wb per detik. Besar gaya gerak listrik yang timbul pada kumparan adalah ?

Jawab

Untuk menghitung besar GGL yang timbul pada kumparan kawat, bisa kita pergunakan hukum Faraday


Tanda negatif menunjukan bahwa ketika fluks membesar akan timbul medan magnet induksi yang melawan medan magnet asal, pernyataan ini merupakan hukum Lenz.





2. Sebuah kumparan terdiri dari 200 lilitan menerima perubahan fluks magnet dari 2 x 10-3 Wb menjadi 3 x 10-3 Wb dalam 0,8 detik. Besar gaya gerak listrik yang timbul pada kumparan adalah ?

 Jawab






3. Luas sebuah kumparan kawat 5 sentimeter kuadrat ditembus oleh medan magnet yang berubah dari 3 x 10-3 T menjadi 5 x 10-3 T dalam waktu 0,5 detik. Jumlah lilitan pada kumparan 200 lilitan. Gaya gerak listrik yang timbul pada kumparan adalah.

Jawab









4.


Sebuah kawat beberbentuk U memiliki hambatan 20 Ohm  berada dalam medan magnet 5 x 10-3 T kemudian pada kawat tersebut digerakan sebuah kawat AB dengan besar kecepatan 10 m/s seperti pada gambar di atas. Panjang kawat AB 20 cm. Tentukanlah :

a. Besar gaya gerak listrik atau GGL yang timbul pada kawat AB
b. Besar arus yang mengalir
c. Arah arus yang melewati hambatan R

Jawab

 a. Menentukan besar GGL yang timbul pada kawat AB, kita gunakan rumus





b. Menentukan besar arus yang mengalir



c. Menentukan besar arus yang melewati hambatan

Untuk menentukan arah arus kita bisa gunakan hukum Lenz yang menyatakan bahwa ketika besar fluks membesar maka akan timbul medan magnet induksi yang melawan arah medan magnet asal. Medan magnet induksi digambarkan bulat titik berwarna hitam yang menunjukan melawan arah medan magnet asal yang berwarna kuning. Dengan menggunakan aturan tangan kanan bagian jempol merupakan arah medan magnet induksi dan keempat jari menggenggam merupakan arah arus yang timbul pada kawat.

Fluks membesar karena besar luas permukaan kawat yang ditembus medan magnet membesar ketika kawat AB ditarik ke kanan, sebaliknya apabila kawat AB ditarik ke sebelah kiri luas permukaan kawat yang ditembus medan magnet mengecil maka medan magnet induksi akan searah dengan medan magnet asal




5. Sebuah generator listrik terdiri dari 1000 lilitan. Kawat kumparan dalam generator berputar dengan kecepatan sudut 360 rad/s, luas penampang 60 cm2  besar medan magnet yang menembus kumpatan 2 x 10-2 T. Tentukanlah :

a. Besar GGL maksimum yang dihasilkan generator
b. Persamaan GGL setiap saat


Jawab

a. Menentukan besar GGL maksimum







b. Persamaan GGL setiap saat




6. Sebuah transformator ideal memiliki tegangan primer sebesar 200 volt, jumlah lilitan primer 1000 lilitan, jumlah lilitan sekunder 500 lilitan, daya sekunder 10 Watt.
Tentukan :
a. Besar tegangan sekunder
b. Besar arus primer






Jawab

Transformator ideal adalah transformator yang tidak kehilangan daya, daya primer sama dengan daya sekunder rumusnya bisa ditulis seperti  dua persamaan di bawah ini



a. Menentukan besar tegangan sekunder adalah





b. Menentukan besar arus primer

Kita harus menghitung lebih dulu besar arus sekunder dari rumus daya yaitu arus dikali besar tegangan

Arus sekunder bisa diperoleh


Kita bisa menghitung besar arus primer dari persamaan besar daya primer sama dengan besar daya sekunder






7. Sebuah transformator tidak ideal dengan efisiensi 80 % memiliki tegangan primer sebesar 220 volt, jumlah lilitan primer 2000 lilitan, jumlah lilitan sekunder 1000 lilitan, besar arus primer 2A.
Tentukan :
a. Besar tegangan sekunder
b. Besar arussekunder





Jawab

a. Menentukan besar tegangan sekunder





b. Menentukan besar arus sekunder

Karena bukan transformator ideal maka, nilai efisiensi harus lebih diperhatikan. pada transformator ideal nilai efisiensi adalah satu sehingga daya sekunder sama dengan daya primer.

Efisiensi secara matematis adalah perbandingan daya sekunder dibagi dengan daya primer